Hari Terakhir Penyisihan Grup (Part III)

FT    Brazil [4 – 2] Ecuador
28′    [1 – 0]    A. Pato
37′    [1 – 1]        F. Caicedo
50′    [2 – 1]    Neymar
59′    [2 – 2]        F. Caicedo
61′    [3 – 2]    A. Pato
72′    [4 – 2]    Neymar

Siapa sih yang tidak kenal tim sepakbola Brazil. Bahkan, asosiasi antara sepakbola dengan Brazil sudah sangat kental sehingga jika kita menyebut sepakbola, kata pertama yang muncul adalah Brazil. Begitu pula sebaliknya. Apa yang disebutkan sebelumnya merupakan hal yang lumrah karena pertama, Brazil merupakan juara dunia terbanyak dan kedua, Brazil merupakan negara pengekspor pemain sepakbola terbesar di muka bumi ini. Maka skor 4-2 yang diperlihatkan tim Samba di pertandingan melawan tim juru kunci grup, Ekuador, bukan merupakan hasil yang mengejutkan. Namun, pada Copa America edisi ini, Brazil tidak sedominan Brazil pada era-era terdahulu. Hal ini bisa terlihat dari poin yang dikumpulkan oleh Brazil sebelum pertandingan melawan Ekuador adalah dua poin (dua kali seri melawan tim yang lebih inferior). Walaupun begitu, dengan kemenangan ini, Brazil telah memastikan satu tempat di perempat final. Hal tersebut cukup memberikan aura ketakutan bagi para calon lawan-lawannya.

Satu hal yang membuat Debu tertarik adalah keempat gol yang dicetak oleh timnas Brazil dilakukan oleh kedua bintang muda mereka. Dua gol dipersembahkan oleh penyerang kiri berusia 19 tahun, Neymar. “The world phenomenal teenager” ini mencetak 42 gol pada musim lalu, hanya kalah oleh dua pemain dari “planet lain”, Messi dan Ronaldo. Bahkan, pemain yang memiliki dribble menawan dan kecepatan yang tinggi ini mampu memimpin lini depan klubnya, Santos, untuk meraih gelar paling bergengsi bagi klub-klub di benua Amerika Latin, Piala Libertadores. Sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh penyerang tengah berusia 21 tahun, Pato. Mantan “The world phenomenal teenager” yang berdomisili di klub legendaris AC Milan ini, sudah terlebih dahulu terkenal dibandingkan kompatriotnya tersebut. Anak baik-baik ini sering menjaringkan gol-gol penting bagi klubnya saat ini. Namun, sangat disayangkan, bakat alaminya tak dipakai oleh pelatih Brazil sebelumnya, Carlos Dunga, yang lebih mementingkan pragmatisme sepakbola dalam mencapai kemenangan. Bahkan usia mereka lebih muda dari si-mahasiswa-yang-seharusnya-udah-lulus-tapi-belum-lulus2 ini. Sebagai tumpuan lini depan Brazil saat ini hingga satu dekade ke depan, maka keempat gol ini serasa memberikan angin segar. Maklum saja, kedua pemuda ini belum mencatatkan namanya di papan skor pada dua pertandingan pembuka Brazil. Dengan gol-gol yang diciptakan oleh para pemuda ini, diharapkan mampu membuka keran gol di babak-babak selanjutnya, yang berimplikasi pada juaranya Brazil di kompetisi edisi ini.

Advertisements

1 thought on “Hari Terakhir Penyisihan Grup (Part III)

  1. Pingback: Hari Terakhir Penyisihan Grup (Part II) | Haris Amrullah Lubis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s