Hari Terakhir Penyisihan Grup (Part I)

Sepetak ubin di sebuah institusi penelitian terkemuka di negeri ini telah merelakan dirinya untuk diinjak oleh seorang mahasiswa biasa yang alih-alih memiliki prestasi gemilang, lulus tepat waktu saja tak mampu. Mungkin selama hidupnya, ubin ini belum pernah merasakan alas sepatu dari seorang yang memiliki nama besar. Sebut saja, presiden bersama segerombolan menteri-menterinya. Atau artis-artis dengan aura keglamorannya. Namun, entah kenapa ketika alas kaki pemuda yang hanyalah magang di institusi ini menyentuh kulit ubin itu, dia berpikir, “Mungkin saat ini mahasiswa ini hanyalah pemuda biasa, tetapi semangat dan mimpinya yang mengalir hingga ke ujung kaki, bisa kurasakan dengan sangat hebat. Mungkin suatu saat nanti semangat dan mimpinya akan mengubah bangsa ini.” (lebay mode on :p)

Ya. Pemuda biasa ini, panggil saja Debu, melakukan rutinitas hariannya di sebulan terakhir ini, yaitu melakukan program magang di sebuah lembaga ilmu pengetahuan yang dibangun di atas kota yang dulu terkenal dengan sebutan Kota Lautan Api. Bolehlah bila kita masih bisa menyebut kota berpenduduk sekitar 2jutaan jiwa ini sebagai Kota Lautan Api. Entah itu, Lautan Api Asmara. Lautan Api Mesin Mobil di Akhir Pekan. Lautan Api Semangat Menuntut Ilmu. Representasikan saja sendiri.

Layaknya di lembaga-lembaga formal lainnya, institusi ini juga menerapkan SOP yang kira-kira mirip kepada para tamu yang memiliki urusan di dalamnya (red: melakukan kerja praktek). Sebagai jaminan atas kedatangan si tamu, pihak keamanan meminta sebuah kartu pengenal, entah itu KTP atau SIM, yang menunjukkan identitas dari si tamu. Sebagai bukti yang menandakan bahwa si tamu itu merupakan tamu di gedung tersebut, dilihat dari kacamata para employee di sana, si tamu diberikan sebuah tanda pengenal yang berlaku di sana.

Ketika Debu mendatangi pihak keamanan untuk menjalankan SOP yang berlaku di institusi tersebut, dia mengamati bahwa para petugas yang bertanggungjawab dalam keamanan sedang menonton pertandingan bola bersama. Debu bertanya-tanya di dalam pikirannya. Pertandingan bola apa yang berlangsung pagi-pagi gini. Maklum saja, sebagai penggemar sepakbola, ketika Debu menonton pertandingan sepakbola internasional, jam yang dilihatnya saat itu kalau tidak malam hari ya pagi dini hari. Barulah Debu tersadar, “Oh iya, sekarang kan lagi berlangsung pertandingan Copa America 2011”. Sebagai bentuk tanggung jawab Debu atas pekerjaannya di lembaga tersebut, dia tidak serta merta nimbrung nonton dengan para pegawai keamanan tersebut. Di lain sisi, sebagai seorang penggemar bola, Debu memiliki hasrat dan keinginan yang kuat untuk mengetahui hasil pertandingan tersebut. Alhasil, dengan langkah yang cepat, diringi semangat yang berlipat (semangat kerja praktek + sepakbola), Debu beranjak dari ruangan yang sedang ramai tersebut ke ruangan yang relatif sepi untuk segera melakukan kerja praktek (+ melihat hasil sepakbola).

(…to be continued)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s